Resensi Film “8 Stories” PKS

Delapan Cerita Kaum Milenial”
Oleh : Habrul Mujadillah

(http://habrul-mujadilah.blogspot.com)

Ketika membaca kabar bahwa PKS akan membuat film dengan tokoh para maskotnya, saya penasaran. Jalan cerita seperti apa yang akan dibuat sebagai sarana “kampanye” sebuah partai politik dengan suasana kekinian? Satu-satunya skenario yang bisa saya bayangkan, kelima maskot yang terdiri dari Kea, Adi, Dilan, Eja, dan Tera ini nantinya akan berkumpul yang ujungnya menekankan pentingnya partisipasi generasi milenial dalam pemilu, salah satunya dengan memilih PKS.

Rupanya, tim produksi yang menamai film PKS ini dengan 8 Stories jauh lebih kreatif daripada itu.

Film ini sejatinya merupakan kumpulan delapan short movie yang masing-masingnya memiliki tema berbeda. Temanya pun sangat khas milenial: bullying di sosmed seperti body shaming, remaja salah pergaulan, dilema vlogger, saling tuduh dan semprot tanpa bukti, bahkan nyerempet ledek-ledekan soal virus merah jambu seperti yang tren di sosmed belakangan ini.

Yang paling saya suka adalah kisah Tera, seorang hacker berbakat yang bergabung dalam tim untuk meretas akun bank. Tidak hanya jalan ceritanya yang unik, tapi sinematografinya juga paling kece.

Hanya saja, dalam short movie lainnya, tokoh Tera ini kurang menonjol. Kebanyakan cerita berfokus pada Kea dan Dilan sebagai tokoh kunci.

Kea sendiri merupakan kejutan. Melihat gambar kartunnya yang bergamis dan jilbab besar, bayangan saya tentang Kea adalah akhwat lembut dengan tausiyah menyejukkan bagi sekelilingnya. Ternyata Kea adalah akhwat milenial yang gaul, seorang vlogger, berpembawaan kocak, dan “sedikit” ekspresif.

Dilan, yang dalam kartun digambarkan sebagai ikhwan tulen, sama gaulnya dengan Kea. Dia punya grup musik beranggotakan tiga orang. Sama kocaknya seperti Kea, baik para tokoh lain maupun penonton sering nge-cie-cie-in antara mereka berdua. Aduh, khas bocah milenial banget! (Inget umur, Bu! Udah mau kepala tiga!)

Mengintil Kea-Dilan, ada Adi dan Eja. Catatan buat Eja, menurut saya pemerannya kurang embul! Haha… soalnya kalau dalam kartun, Eja kan sedikit lebih gembul daripada Kea, tapi di situ mereka sama tembemnya. Kalau saja Eja segembul dalam kartun, dia bisa jadi sosok penghibur buat Kea yang mulai galau sama berat badan. Hihi.

Mereka berempat, plus Tera sesekali, sering nongkrong di kafenya Daddy. Nah, Daddy inilah yang menjadi sosok mentor bagi Kea-Adi-Dilan-Eja-Tera. Dia mencetuskan ide “Papan Perasaan” di kafenya, tempat para pengunjung bisa menumpahkan unek-uneknya di selembar sticky note dan menempelkannya di papan.

Yang unik, jalan cerita 8 Stories ini sama sekali tidak menyinggung nuansa perpolitikan, apalagi pemilu itu sendiri. Paling-paling, sesekali menyelipkan kode-kode angka 8, angka 2, kode 8 jari PKS, dan melibatkan tokoh-tokoh PKS sebagai cameo. Saya mengagumi cara sutradara memasukkan simbol-simbol ini dalam cara yang natural alias tidak terlalu “maksa”.

Misalnya saja, waktu Eja mewakili orang tua untuk mengambil rapor adiknya. Ketika melihat Ustadz Sohibul Iman lewat, adik Eja langsung protes ke sang kakak, “Ketua partai aja mau ngambilin rapor anaknya, masa Ayah sama Ibu nggak bisa?”

Standing applause buat adegan ini.

Ada juga Ustadz Hidayat Nur Wahid, yang dalam cerita diundang untuk mengisi acara ulang tahun kafenya Daddy. Untuk yang ini, saya akui ada benang yang belum terikat sempurna. Maksudnya, kafe mana sih yang mengundang pejabat sekaliber Ustadz HNW hanya untuk memberikan sambutan singkat di hari jadinya? Mungkin akan lebih nyambung kalau Ustadz HNW diceritakan sebagai pelanggan tetap kafe, dan sebagai seorang yang punya jabatan tinggi, pantas lah kalau diberi kehormatan menyampaikan sambutan. Meski demikian, setidaknya ini tertutupi dengan reaksi Kea yang ngefans banget sama beliau.

Dari segi teknik sinematografi, awalnya tidak berharap banyak, mengingat ini film garapan sendiri, bukan mengundang produser besar. Nyatanya, keren juga, lo! Gambarnya jernih, suaranya pun jelas, dan efek visualnya pun luar biasa. Semodel dengan posternya, efek visualnya jadi mirip poster superhero gitu, deh.

Salut untuk tim kreatif PKS!

8 Stories dirilis pada 8 April lalu di beberapa kota. Mungkin maksudnya ngepasi nomor urut PKS dalam pemilu 2019, nomor 8. Akan tetapi, menurut saya, sebagai film yang ditujukan sebagai media kampanye, jadwal penayangan film ini terlalu mepet dengan hari pemilihan, hanya H-9. Itu pun tidak semua kota menayangkan pada hari yang sama. Saya sendiri baru nonton Jumat malam, 12 April lalu, di Jogja.

Di samping itu, creative campaign semacam ini seharusnya menjangkau penonton yang lebih luas. Kalau hanya diputar di kantor-kantor PKS setempat (meskipun lokasi nontonnya dipindah ke bioskop), pesertanya kurang lebih seperti yang dibilang Kea: 4L alias lu lagi, lu lagi.

Seandainya tidak terlalu menekankan angka 8 dan 2 yang merupakan nomor urut PKS dan capres usungan PKS pada pemilu (yang merupakan angka temporer saja), 8 Stories sebenarnya kontekstual dengan kondisi kaum milenial jaman now.

Masa kampanye hanya tinggal hari ini, sejauh yang saya tahu. Besok, 14 April, sudah masuk masa tenang. Jadi, saya berharap 8 Stories segera disebar ke media publik seluas-luasnya, sehingga semua orang bisa menontonnya dengan bebas sebelum pemilu, dan bisa menjadi daya tarik untuk memilih PKS 17 April mendatang.

Link Film klik 👉 8Stories

PKS Partai yang di rindukan

Penelitih senior LIPI, Prof. Dr. Siti Zuhro, M.A. : PKS partai yang dirindukan. (Kabar Petang Pilihan, TVOne 15/9/21)


Selasa, (14/9), saya hadir di Acara Kabar Petang TV One. Disiarkan secara langsung. Durasinya sekitar satu jam. Berbagai pertanyaan diajukan. Dari peta politik terkini hingga target PKS di Pemilu 2024.

Ada hal menarik dari acara ini. Yakni pernyataan Pengamat Politik LIPI Prof. Siti Zuhro. Secara gamblang, beliau menyebut PKS berpotensi menjadi partai yang sangat dirindukan. Selain itu, PKS juga dapat menjadi rumah baru.

Untuk mencapai itu, kata beliau lagi, PKS harus mengadaptasikan dirinya secara lincah untuk konstituen yang lintas anak muda, wanita dan umur. Dan selama ini sudah banyak hal dilakukan terkait langkah-langkah adaptasi tersebut.

Sebagai seorang pengamat, beliau pasti melihat PKS secara obyektif. Berlandaskan data dan fakta ilmiah. Juga rekam jejak yang telah dan sedang dilakukan PKS. Saya dan Keluarga Besar PKS pastinya bersyukur atas pernyataan beliau.

Berkaca dari berbagai hasil survey, apa yang disampaikan beliau sepertinya bergaris lurus. Banyak lembaga survey yang menempatkan PKS pada posisi 3-4 besar. Kisaran persentasenya 7-9%. Padahal biasanya, suara PKS saat disurvey tak lebih dari 3%. Ini artinya, semakin besar harapan rakyat pada PKS.

Kami tentu tidak terlena. Tetap mawas diri dan bekerja keras. Kerja-kerja kami sebagai partai oposisi akan terus dioptimalkan. Mengkritisi kebijakan yang tidak pro rakyat dan bisa merugikan negara. Selain itu, kami akan selalu membersamai dan melayani rakyat, seperti yang selama ini sudah kami jalankan.

Insya Allah…

JUMAT BERKAH

Eps.03 (17 sep 2021)

Berbagi Paket Bingkisan Bahan Makanan

Paket bingkisan kami antar

Syarat dan ketentuan Penerima Manfaat:

  1. Domisili di kel. Tandes, Karangpoh atau Balongsari
  2. Memilki KTA PKS
  3. Kirim alamat pengantaran (share lokasi) beserta foto KTA PKS ke no wa 0877-0441-5286 sebelum hr jumat pkl 07.00
  4. Proses pengantaran paket bingkisan kami mulai pukul 7.30

➡️ Insyaallah sesuai rencana, kegiatan Jumat Berkah ini di adakan rutin setiap pekan.
➡️ Monggo bantu share ke saudara, teman, atau tetangga
➡️ Atau bisa dimanfaatkan sendiri lalu teruskan/disampaikan kepada yang lebih membutuhkan di sekitar sampean.
➡️ Belum punya KTA PKS?
bisa daftar melalui daftar.pks.id atau hubungi mas Sandi 0896-1713-363

Bagi Anggota PKS yg mau berpartisipasi dalam kegiatan ini, monggo hubungi kami.
Dan yang belum jadi Anggota tapi ingin Berdonasi, silakan daftar jadi Anggota PKS dulu ya 😉👌

#yukBerbagi

#indahnyaBerbagi

#salingBerbagiKebaikan

#berbagiSesama

#bersamaMelayaniRakyat

#PKSkarangpohUmex

BERSATU DAN BERLOMBA DALAM KEBAIKAN

“Great teams do not hold back with one another.”
“Tim-tim hebat itu tidak menahan diri satu sama lain.”

Bersatu dan berkompetisi dalam kebaikan sejatinya adalah identitas umat Islam.
Allah swt berfirman:


وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ….

And hold firmly to the rope of Allah all together and do not become divided….


“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai….” (QS. Ali Imran: 103).


Dan firman-Nya yang lain:


فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ….

So race to [all that is] good…..


“Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148)

Hal ini juga termasuk dalam bersatu dalam kerjasama tim dan saling berlomba memberikan yang terbaik untuk kemajuan organisasi atau perusahaan.

Dengan tetap meluruskan niat agar berkah dan ridha Allah swt tercurah.


إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

Shahih Bukhari 1: “Sesungguhnya amal itu sangat tergantung pada niatnya.” (HR. Al-Bukhari).

Film “8Strories”



8 Stories sebuah cerita persahabatan Anak Muda Milenial yg sangat Inspiratif

Film yang menceritakan ttg persahatan, 5 anak muda milenial dg cerita latarbelakang yg berbeda2. Mereka adalah Kea, Adi, Dilan, Ejah dan Tera

Karya anak2 muda yang luar biasa, sangat menakjubkan dan juga sangat mengispirasi.

Meskipun tokoh yg di ambil hanya tokoh fiksi yg di ambil dari kata KEa Adi Dilan sEJAh TERA namun cerita yang di angkat bener2 real, seperti bener adanaya.

Banyak pelajaran dan hikmah yg dapat petik pada cerita Film ini.

Emosi penonton bener2 ikut terbawa. Kadang ikut ketawa saat ada adegan yg lucu, dan kita bs ikut sedih sampe menitiskn air mata, tegang dan berdebar2 ketika adegan berantem ato kejar2an

Pokoknya muantapks dan sipks. Bakalan nyesel deh klo ga nonton

SABAR & BIJAKSANA MENILAI DIRI ORANG LAIN

Seorang anak kecil memegang dua buah apel di kedua tangannya.

Ibunya datang mendekat, sambil tersenyum kemudian bertanya “Sayang.., boleh Mama minta satu?”

Si anak memandang ibunya beberapa detik, kemudian dengαή cepat menggigit kedua apelnya, bergantian …

Si ibu berusaha menyembunyikan kekecewaannya, senyumnya telanjur luntur dari wajahnya… 😕

Sampai kemudian si anak menyodorkan salah satu apel
yang telah digigitnya tadi kepada ibunya.

Dengan sukacita dαn senyum ceria si anak berkata : “Ini untuk mama, karena yang ini LEBIH MANIS”

Hening.. ternyata anak ingin memberikan yg terbaik buat ibunya… makanya si anak memastikannya

Tidak ada kata2 yg terucap dari bibir ibunya, kecuali senyum dan bola matanya yang berkaca-kaca….tak terasa mengalir air matanya

Siapapun Anda,
seberapapun pengalaman & pengetahuan Anda, jangan tergesa-gesa menilai seseorang, siapapun dia. Bersabarlah…

Janganlah kamu menghakimi, supaya kamupun tidak akan dihakimi….

Berilah kesempatan kepada setiap orang untuk memberikan penjelasan… dengαή caranya sendiri ..

TETAPlah menjadi orang yg SABAR & BIJAKSANA MENILAI DIRI ORANG LAIN….👍

“Ya Allah ampunilah kami yg senantiasa menilai org lain dr sisi negatifnya saja, padahal mereka banyak sisi positifnya”.

“Ya Allah lindungi kami dr perbuatan buruk sangka, hasad, dengki dan menzolimi mereka pada hal mereka baik kpd kami”.

“Ya Allah bersihkan hati, pikiran dan tindakan dr menyakiti org lain, padahal mereka selalu baik kpd kami”.
Ya Allah terimalah doa kami
Aamiin ya Robbal ‘alamiin.

Wawancara,Wakil ketua MPR Hidayat Nur Wahid “MPR tak berniat ubah Masa jabatan Presiden”


Bagaimana proses amandemen UUD?

Amandemen UUD, harus diusulkan minimal sepertiga jumlah anggota MPR. Atau, 237 dari 711 anggota DPR dan DPD.

Apakah MPR akan mengubah masa jabatan Presiden dalam UUD menjadi tiga periode?

Tidak pernah ada niat MPR untuk mengubah masa jabatan Presiden (R1-1) menjadi tiga periode. Apalagi, secara resmi. Yuk, kawal dan laksanakan UUD 1945. Dalam Pasal 7 UUD 1945, dia tur secara jelas tentang masa jabatan Presiden. Yakni, maksimal dua perio de. Saya minta, semua pihak patuh terhadap konstitusi ini.

Apa saran Anda untuk MPR?

Anggota MPR harus betul-betul menjadi negarawan yang menjelaskan kepada masyarakat, apa itu isi kons- titusi. Memberikan penjelasan yang benar kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat tidak terbawa isu, yang mungkin mereka tidak paham,

Sebagai lembaga demokrasi, MPR tidak boleh hanya pura-pura mende- ngar Tapi, mendengarkan itu bukan berarti menjadi tukang stempel. Harus mengkritisi apa yang didengarkan. dan apa yang disuarakan. Pak Jokowi saja sudah menegaskan, beliau adalah produk reformasi yang diberikan batasan masa jabatan Presiden dua periode. Bahkan Jokowi mengatakan, kita semua harus menaati konstitusi.

Tapi, wacana ini semakin ramai ya…

Yang mengusulkan ini, pendukungnya Pak Jokowi. Bukan Jokowi yang mau. Kalau pendukung Jokowi, seharusnya mengikuti kata Jokowi. Jokowi bilang berkali-kali melalui juru bicaranya, jabatan Presiden cukup dua periode. Apakah pendukungnya itu sedang mencari muka, menampar wajah, ataukah menjerumuskan Jokowi? Kalau benar-benar pendukung, ikuti saja apa yang diinginkan Jokowi. Jangan malah menjerumuskan.

Bagaimana sikap Anda?

Seharusnya, ini dikaitkan dengan fakta dasar konstitusionalnya. Konstitusi kita menegaskan, Presiden itu masa jabatannya hanya dua periode. Jika rakyat terus diprovokasi, bisa mengarah kepada perilaku yang melawan konstitusi. Semestinya, rakyat diedukasi, aturan tentang masa jabatan Presiden adalah dua periode. Laksanakan saja UUD kita, jangan mengada-ada.

Bagaimana perkembangan wacana ini di MPR?

Konstitusi tidak berubah. Tidak ada partai yang mengusulkan itu sampai hari ini. Tidak ada satu pun anggota MPR yang hari ini mengusulkan pe rubahan masa jabatan Presiden.

Dalam politik, bukankah situasi hari ini bisa berubah drastis besok?

Kita berada di negara demokrasi, Indonesia yang mempunyai UUD. Demokrasi tetap harus berada dalam koridornya. Koridor konstitusi jangan diubah menjadi democrazy.

Democrazy?

Konstitusi kita sudah membuat ketentuan yang sangat gamblang itu di Pasal 7 UUD. Sejarahnya, itu merupakan pasal yang dituntut rakyat dan para pejuang reformasi sehingga terjadi koreksi atas Pasal 7 yang lama (tidak ada batasan masa jabatan Presiden).

Kini, kita menikmati demokrasi hasil perjuangan itu. Jangan khianati yang sudah berdarah-darah memper juangkan reformasi kita. Saya juga pernah jadi Ketua MPR.

Saat itu, kami menegaskan bahwa konstitusi kita sangat jelas. Konstitusi kita menegaskan, masa jabatan Pre siden adalah dua periode saja. Tidak bisa tiga kali. Setiap periodenya lima tahun, melalui pemilihan umum. Ja di, tidak bisa ditambah 3 tahun atau ditambah berapa pun.

Apa landasannya?

Pemilu per 5 tahun itu, ada di Pasal 22 ayat 1 dan ayat 2 UUD. Masa jaba tan Presiden dua periode per 5 tahun itu, ada di Pasal 7 UUD.

SKENARIO SILUMAN MEMPERPANJANG MASA JABATAN PRESIDEN DAN DPR

Menanggapi kabar adanya skenario perpanjangan masa jabatan Presiden, DPR dan DPD, hingga 2027, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) menyebutnya ‘skenario siluman’.

“Itu skenario siluman, yang tak menghormati kedaulatan Rakyat, mengorbankan demokrasi dan konstitusi hanya untuk kepentingan oligarki kekuasaan.” ujar HNW melalui akun Twitternya.

“Tapi MPR bukan lembaga di bawah ‘ketiak’ skenario tersebut. MPR penjaga dan pelaksana konstitusi yang membatasi masa jabatan Presiden 2 periode saja.” lanjutnya.

Itu skenario siluman, yang tak menghormati kedaulatan Rakyat,mengorbankan demokrasi dan konstitusi hanya untuk kepentingan oligarki kekuasaan. Tapi MPR bukan lembaga dibawah “ketiak” skenario tsb. MPR penjaga dan pelaksana konstitusi yang batasi masa jabatan Presiden 2 periode saja.

Dikutip dari Majalah Tempo edisi 20 Juni 2021, sejumlah sumber dari kalangan partai politik dan lembaga survei, sudah didekati oleh orang-orang dekat Jokowi. Mereka diajak untuk ikut mengegolkan skenario presiden 3 periode, atau memperpanjang masa jabatan Presiden, DPR dan DPD.

Mereka bercerita, ada sejumlah skenario yang disiapkan. Salah satunya memperpanjang masa jabatan presiden maksimal tiga tahun. Perpanjangan itu juga disertai dengan penambahan masa jabatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah.

Apapun skenario yang dipilih, mengubah masa jabatan Presiden membutuhkan amandemen UUD 1945.

Perubahan konstitusi harus diusulkan minimal oleh sepertiga jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat atau 237 dari 711 anggota DPR dan DPD.

Namun banyak politikus memperkirakan bukan perkara sulit membuka pintu amendemen. Iming-iming perpanjangan masa jabatan sangat mungkin membuat anggota DPR dan DPD mendukung amendemen agar bisa lebih lama berada di Senayan tanpa perlu mengeluarkan duit miliaran rupiah.

Sumber: https://tinyurl.com/yemkx5bq

BIOGRAFI RENI ASTUTI, S.SI

Wakil Ketua DPRD kota Surabaya

LINK

https://reniastuti.com
https://m.facebook.com/reni.astuti.75
https://mobile.twitter.com/reniastutisby
https://www.instagram.com/reniastuti1
https://youtube.com/c/ReniAstutiSurabaya

Reni Astuti mulai menjabat wakil rakyat sejak tahun 2009. Tepatnya menjadi Anggota DPRD Kota Surabaya. Di periode pertama berada di Komisi C yang membidangi Pembangunan. Di awal periode kedua ia masuk Komisi D yang membidangi Kesejahteraan Rakyat. Lalu Komisi A yang membidangi Hukum dan Pemerintahan. Sedangkan di periode ketiga, perempuan kelahiran 29 Desember 1972 ini diberikan kepercayaan menjadi salah satu Pimpinan DPRD, sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya.

Sejak awal menjabat, kiprahnya menyedot perhatian. Dikenal sangat vokal, namun sikapnya selalu disertai data dan alasan yang kuat. Ia juga tak segan turun langsung, blusukan ke lokasi-lokasi terpencil, bahkan kumuh, di sudut-sudut kota. Kehadirannya di situ untuk menolong warga yang membutuhkan, mengecek laporan, atau memastikan pengerjaan pembangunan.

Di pojok-pojok kota itu, Reni berbagi tangis dengan warga yang tersisih, selain juga berbagi ceria dengan warga yang terbela. Hari-harinya diisi dari satu kampung ke kampung lain, di seantero Surabaya. Bahkan di daerah seperti gang dolly, Reni dikenal warga setempat karena cukup sering menyambangi.

Di Dewan, Lulusan ITS Surabaya ini banyak menginisiasi berbagai kebijakan. Antara lain kenaikan dana bagi PAUD dan Modin, pencairan gaji ke-13 PNS, penggratisan sekolah SMA/SMK, Transparansi PPDB, dan berbagai kebijakan lain.

Kegigihannya dalam soal pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, kepemudaan, juga tentang anak-anak dan perempuan, membuat banyak pihak mendorongnya lebih jauh memimpin Kota Surabaya. Menjadi Walikota/Wakil Walikota, pada ajang Pilwali Surabaya 2020.



Profil

Nama lengkap : Reni Astuti
Panggilan bu Reni

Kelahiran 29 Desember 1972

Pendidikan

Lulusan Statistika ITS Surabaya
Pernah kuliah di Ma’had Ukhuwah Islamiyah

Riwayat Aktivitas

  • Konsultan dan pemandu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan Pembina Majlis Ta’lim.
  • Direktur Pusat Pendidikan dan Pembinaan Anak ‘Al Uswah Center’
  • Kepala KB-TK Islam Terpadu Al Uswah Surabaya

Karir Politik

  • Tim pemenang PK (Partai Keadilan th 2004 bernama PKS) di pemilu 1999,
  • Staf bidang kewanitaan DPW PKS Jatim,
  • Kabag PSDM bidang kewanitaan DPD PKS kota Surabaya
  • Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) PKS Kota Surabaya
  • Anggota DPRD Kota Surabaya
  • Wakil Ketua DPRD Surabaya

BIOGRAFI H. AHMAD SYAIKHU

Presiden PKS 2020-2025 dan Anggota DPR RI

LINK

Website: https://ahmadsyaikhu.com
Facebook : Ahmad Syaikhu
Twitter : @syaikhu_ahmad
Instagram : @syaikhu_ahmad_
Youtube: Ahmad Syaikhu ASYIK
Tiktok: @syaikhu_ahmad_

Ahmad Syaikhu dilahirkan di desa Ciledugkulon Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon pada 23 Januari 1965, putra kelima dari pasangan , K.H Ma’soem bin Aboelkhair, dan Nafi’ah binti Thohir.

Pendidikan dasar sampai dengan kelas V dilaluinya di SDN Ciledug III. Seiring dengan kepindahan ayahnya sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Sindanglaut Cirebon ia melanjutkan ke SDN Lemahabang II hingga lulus. Pendidikan menengah pertama dilaluinya di SMPN Sindanglaut Cirebon dilanjutkan ke SMAN Sindanglaut Cirebon setelah itu melanjutkan ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Pendidikan agama diperolehnya dari orang tua, kakak, guru privat dan kiyai-kiyai di Pondok Pesantren Buntet Cirebon.

Setelah menyelesaikan pendidikan di STAN, ia menikah dengan teman sekampusnya, Lilik Wakhidah. Dari pernikahan itu dikaruniai oleh Allah tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan yaitu Muhammad Kamil, Muhammad Yasir Naufal, Sarah Karimah, Muthiah, Izzuddin Hamas dan Aisyah Wafa Syahidah.

Ahmad Syaikhu menjalani ikatan dinas sebagai auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang dari 1986 hingga 1989 kemudian dilanjutkan pada BPKP Pusat pada Deputi Bidang Pengawasan Keuangan Daerah.

Pada Pemilu 2004, ia dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai anggota di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi.
Masuknya ia ke dunia politik berkonsekuensi ia harus mengundurkan diri dari pegawai negeri sipil. Pada Pemilu 2009, ia terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Tahun 2013 sampai 2018 ia menjadi wakil Walikota Bekasi dan sejak 1 Oktober 2019 ia mendapat amanah sebagai Anggota DPR RI di Komisi V dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Sejak sekolah dasar ia sudah aktif mengikuti kegiatan pramuka. Di SMP dan SMA, ia aktif mengikuti dan menjadi pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Ketika kuliah di STAN, aktivitas organisasi itu salurkan melalui Senat Mahasiswa sebagai Ketua Bidang Kerohanian Islam dan Ketua Masjid Kampus Baitul Maal Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan (BPLK).

Saat ini ia juga aktif sebagai Dewan Pembina Yayasan Islamic Center IQRO’ Pondokgede yang merupakan pelopor sekolah Islam terpadu. Selain itu, ia juga mengembangkan Asyikpreneur, sebuah lembaga pemberdayaan kewirausahaan.

Kesibukan kerja tidak menghalanginya secara rutin ikut dalam kegiatan olahraga bulutangkis, renang, bersepeda dan menembak.

Ia menilai bahwa era reformasi merupakan momentum untuk memperbaiki berbagai tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan menerapkan good governance (tata kelola kepemerintahan yang baik). Kunci keberhasilan untuk mewujudkan itu semua adalah pengabdian, ketekunan dan kebersamaan.


Tempat/Tgl Lahir : Cirebon, 23 Januari 1965

Keluarga

Istri: Lilik Wakhidah
Anak: 4 Laki-laki dan 2 Perempuan

Riwayat Pendidikan

SMAN Sindang Laut Cirebon
D3 Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)

Riwayat Pekerjaan

Auditor pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan 1986-2004
Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi (2004-2009)
Sekretaris Komisi C DPRD Provinsi Jawa Barat.(2009-2012)
Wakil Walikota Bekasi (2013-2018)
Anggota DPR RI (2019 – sekarang)

Riwayat Organisasi


Presiden PKS 2020-2025
Ketua Wilda Banten Jakarta Jawa Barat (Banjabar) PKS 2020
Ketua DPW PKS Jawa Barat (2015-2018)
Ketua DPD PKS Kota Bekasi (2004-2009)

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai