MUSIBAH di jalan TAKDIR

Pagi ini seperti biasa, setelah menyiapkan diri dan keluarga, ‘Bisbmillahi tawakkaltu’ kita keluar rumah untuk ke sekolah

Baru keluar gang mobil kami menuju jalan kembar besar samping muhammadiyah manukan yg alhamdulillah mulai bebas kemacetan, kanan jalan kami lihat ada sesosok jenazah yang sdh tertutup kain di tengah jalan. Rupanya korban kecelakaan. Innalillahi wa innaa ilahi rojiun

Mobil tetap berjalan dengan hati-hati sambil diskusi sama krucil2 soal berkendara yang aman. Jarak berapa ratus meter, kami melihat pemandangan korban kecelakaan motor kembali, korban lebih beruntung masih bisa duduk walaupun lemas kelihatannya. Sekali lagi ‘innaa lillahi wa innaa ilaihi rojiun’.

Diskusi dengan krucil terus berjalan, seiring mobil kami yang tetap melaju dengan kewaspadaan tinggi. Sampai kemudian….

Kami melihat ada seorang pengendara motor dari jauh yang mengambil lajur kami, bayangan kami dia akan menepi saat mobil kami mendekat, tapi ternyata…

Dugh… Brak… Sret….duer…

Mobil beserta pengendara motor menabrak mobil kami, mobil masuk kolong tapi alhamdulillah pengendara reflek melompat sejalan suami yang juga mengerem mendadak mobil.

Innalillahi innalillahi… Allahu Akbar…, sambil lihat wajah krucil yang kembali tegang, setelah suami turun dan membantu pengendara dan motornya ke tepi jalan, kami cuman bisa bersyukur sekali lagi atas kejadian pagi ini sembari mendengar suara degup jantung yang berbunyi.. Dug dug dug

Sampai sekolah, kami sempat cerita ke penjaga sekolah, sambil akhirnya duduk dikantor dengan 2 krucil yang masih tegang
Mulailah kubuka percakapan
Ummi : Tadi kita lihat apa ya di jalan?
Askar : Diam bengong tanpa kata
Fatih : Otor jatuh, otor jatuh…
Ummi : Ya motor jatuh, trus kita ga papa bilang apa harusnya (jawaban yg diminta harusnya alhamdulillah)
Fatih : Aaf Aaf, acih minum (maaf maaf kasih minum)
Ummi : MasyaAllah ya betul. Anak bungsuku ternyata merekam situasi kepedulian yang kita gambarkan saat kejadian itu, dimana abinya turun menolong sang bapak, saya meminta kakaknya untuk beri minum.
Ummi : Oke setelah itu kita semua selamat ya ga sakit, kita bilang alhamdulillah sama sama yuk
Fatih Askar : Alhamdulillah

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Bermain lagilah mereka seperti tidak pernah terjadi apa apa, di saat saya masih mencari ayat cinta dari Allah soal musibah.

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)
QS. Al-Baqarah Ayat 156

Pukul 16.00 , mobil mulai membawa kami pulang, dan sebelum keluar jalan raya, mas Askar memberi pesan ke abinya “bi jangan nabrak lagi loh ya”

Nyes hati ini sembari berdoa, semoga lancar sampai ke rumah, hafiznaa ya Rabb

Senja di sudut Manukan

Ummi Askar😊

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai