Mendidik Anak Akrab dengan Masjid

Anak anak kita yang akrab dengan masjid akan menjadi penerus kebaikan kita di masa depan

Di masjid, anak anak akan belajar bersosialisasi, belajar berketerampilan hidup, belajar bertanggungjawab atas diri dan lingkungannya, belajar kepemimpinan dan politik, dan belajar melatih otot, otak serta hatinya untuk meletakkan islam di atas segala syahwat nya.

Seperti itulah RosuluLLAH saw membentuk para sahabat muda di masjid.

Dan itu sangat dibenci oleh para orientalis, sekularis, dan hipokrit. Karena itu mereka bekerja secara sistematis untuk menjauhkan fungsi masjid seperti di jaman nabi dengan berbagai alasan, untuk menjaga kekompakan, untuk menjaga perpecahan.

(وَٱلَّذِینَ ٱتَّخَذُوا۟ مَسۡجِدࣰا ضِرَارࣰا وَكُفۡرࣰا وَتَفۡرِیقَۢا بَیۡنَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ وَإِرۡصَادࣰا لِّمَنۡ حَارَبَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ مِن قَبۡلُۚ وَلَیَحۡلِفُنَّ إِنۡ أَرَدۡنَاۤ إِلَّا ٱلۡحُسۡنَىٰۖ وَٱللَّهُ یَشۡهَدُ إِنَّهُمۡ لَكَـٰذِبُونَ)

Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan bencana (pada orang-orang yang beriman), untuk kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang yang beriman serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka dengan pasti bersumpah, “Kami hanya menghendaki kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa mereka itu pendusta (dalam sumpahnya).
[Surat At-Taubah 107]

Dan Mereka tak ragu mengeluarkan uang yang banyak untuk membangun masjid, selama masjid digunakan hanya untuk sholat dan “membaca al-qur’an” saja tapi menjauhkan memahami dan mengamalkan alquran dalam ipoleksosbudhankam.


(مَثَلُ مَا یُنفِقُونَ فِی هَـٰذِهِ ٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَا كَمَثَلِ رِیحࣲ فِیهَا صِرٌّ أَصَابَتۡ حَرۡثَ قَوۡمࣲ ظَلَمُوۤا۟ أَنفُسَهُمۡ فَأَهۡلَكَتۡهُۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَـٰكِنۡ أَنفُسَهُمۡ یَظۡلِمُونَ)

Perumpamaan harta yang mereka infakkan di dalam kehidupan dunia ini, ibarat angin yang mengandung hawa sangat dingin, yang menimpa tanaman (milik) suatu kaum yang menzhalimi diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menzhalimi mereka, tetapi mereka yang menzhalimi diri sendiri.
[Surat Ali ‘Imran 117]

~Ustadz Rifqi Nuzuluddin~

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai